Senin, 05 Januari 2026

AKRONIM DAN SINGKATAN

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 5 SEMESTER 2: AKRONIM DAN SINGKATAN


A. AKRONIM

Pengertian: Kata baru yang terbentuk dari penggabungan huruf awal, suku kata, atau huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai satu kata.

Ciri-ciri Akronim:

  1. Dibaca seperti kata biasa (mengikuti kaidah fonetik bahasa Indonesia).

  2. Huruf awalnya menggunakan huruf kapital jika berupa nama diri, dan huruf kecil jika bukan nama diri.

Jenis-jenis Akronim:

1. Akronim dari Huruf Awal Setiap Kata:

  • Contoh:

    • SIM = Surat Izin Mengemudi

    • HAN = Hari Anak Nasional

    • KPK = Komisi Pemberantasan Korupsi

2. Akronim dari Gabungan Suku Kata:

  • Contoh:

    • Puskesmas = Pusat Kesehatan Masyarakat

    • Litsus = Penelitian Khusus

    • Iwapi = Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia

3. Akronim dari Gabungan Huruf Awal dan Suku Kata:

  • Contoh:

    • Pramuka = Praja Muda Karana

    • Kowani = Kongres Wanita Indonesia

    • Bappenas = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

4. Akronim dari Gabungan Huruf dan Suku Kata yang Tidak Utuh:

  • Contoh:

    • Bulog = Badan Urusan Logistik

    • Baznas = Badan Amil Zakat Nasional


B. SINGKATAN

Pengertian: Bentuk pendek dari suatu kata atau frasa yang terdiri dari satu huruf atau lebih, tetapi tidak dilafalkan sebagai kata.

Jenis-jenis Singkatan:

1. Singkatan Nama Orang, Gelar, Jabatan, atau Sapaan:

  • Menggunakan tanda titik di belakang setiap huruf.

  • Contoh:

    • A.H. = Anies Hidayat

    • S.E. = Sarjana Ekonomi

    • M.M. = Magister Manajemen

    • Bpk. = Bapak

2. Singkatan Nama Lembaga/Organisasi:

  • Menggunakan huruf kapital tanpa tanda titik (jika terdiri dari huruf awal).

  • Contoh:

    • DPR = Dewan Perwakilan Rakyat

    • SD = Sekolah Dasar

    • WHO = World Health Organization

3. Singkatan Satuan Ukuran, Takaran, dan Mata Uang:

  • Tidak menggunakan tanda titik.

  • Contoh:

    • cm = sentimeter

    • kg = kilogram

    • Rp = Rupiah

4. Singkatan Umum Lainnya:

  • Menggunakan tanda titik.

  • Contoh:

    • dll. = dan lain-lain

    • dsb. = dan sebagainya

    • hlm. = halaman


PERBEDAAN AKRONIM DAN SINGKATAN

AspekAkronimSingkatan
Cara BacaDibaca seperti kata biasa (lafal)Dieja per huruf
ContohSIM dibaca [sim]DPR dibaca [de-pe-er]
Puskesmas dibaca lengkapM.M. dibaca [em-em]
Tanda TitikTidak menggunakan tanda titikSering menggunakan tanda titik
FungsiMenjadi kata baruHanya bentuk pendek, bukan kata baru

CONTOH PENERAPAN DALAM KALIMAT

  1. Akronim:

    • Paman menunjukkan SIM-nya kepada polisi.

    • Adik berobat ke puskesmas.

  2. Singkatan:

    • Bapak Budi, S.E., adalah direktur perusahaan itu.

    • Ketinggian gunung itu adalah 3.000 m dpl.


KESALAHAN UMUM YANG PERLU DIHINDARI

  1. Menambahkan titik pada akronim yang sudah jadi kata (contoh salah: Puskesmas.).

  2. Mengeja akronim seperti singkatan (contoh salah: S-I-M dibaca per huruf).

  3. Lupa menggunakan huruf kapital pada singkatan nama diri.


Inti Pelajaran: Pahami bahwa akronim sudah menjadi "kata" yang utuh dan dibaca biasa, sementara singkatan tetap dieja per huruf atau memiliki aturan penulisan khusus.